Pranata Mangsa
Penanggalan musim pertanian Jawa — 12 mangsa sepanjang tahun beserta ciri alam dan saran.
1. Kasa
22 Jun – 1 AguKemarau mulai; daun berguguran, tanah mengering.
🌾 Tanam palawija; siapkan pengairan.
2. Karo
2 Agu – 24 AguKemarau; tanah retak, pohon randu/kapuk berbuah.
🌾 Rawat tanaman tahan kering.
3. Katelu
25 Agu – 17 SepPuncak kemarau; mata air menyusut, umbi-umbian tumbuh.
🌾 Hemat air; panen umbi.
4. Kapat
18 Sep – 12 OktPeralihan; hujan pertama turun, burung bersarang.
🌾 Siapkan lahan untuk musim tanam.
5. Kalima
13 Okt – 8 NovHujan mulai rutin; pohon berbunga, tanah membasah.
🌾 Mulai menyemai benih padi.
6. Kanem
9 Nov – 21 DesMusim hujan; banyak buah (rambutan, durian).
🌾 Tanam padi; waspada hama buah.
7. Kapitu
22 Des – 2 FebPuncak hujan; rawan banjir & angin kencang.
🌾 Jaga saluran air; waspada penyakit musiman.
8. Kawolu
3 Feb – 28 FebHujan masih turun; padi mulai bunting, banyak ulat.
🌾 Kendalikan hama; rawat tanaman padi.
9. Kasanga
1 Mar – 25 MarPadi menguning; jangkrik bersuara, hujan berkurang.
🌾 Persiapkan panen.
10. Kasadasa
26 Mar – 18 AprMusim panen padi; udara mulai kering.
🌾 Panen & jemur hasil; simpan gabah.
11. Dhesta
19 Apr – 11 MeiKemarau mulai; hewan menyusui, angin bertiup.
🌾 Tanam palawija; manfaatkan sisa air.
12. Sadha
12 Mei – 21 JunKemarau; air menyusut, petani menjemur/membuat garam.
🌾 Hemat air; siapkan musim tanam berikutnya.
Tanggal mulai tiap mangsa dapat berbeda ±1 hari antar rujukan.
Catatan budaya: Perhitungan ini merupakan warisan budaya Jawa (primbon) yang disajikan untuk tujuan pelestarian budaya dan hiburan. Hasil bukan kepastian dan tidak menggantikan keputusan pribadi, nasihat profesional, maupun keyakinan agama Anda.
Tentang Pranata Mangsa
Pranata mangsa adalah sistem penanggalan musim yang membagi setahun menjadi dua belas mangsa sesuai irama alam pertanian Jawa. Setiap mangsa memiliki ciri cuaca, perilaku hewan, dan petunjuk kegiatan tani yang khas dan telah teruji lintas generasi. Pengetahuan ini menjadi pegangan petani dalam menentukan waktu menanam, merawat, hingga memanen. Warisan ini menunjukkan betapa cermatnya leluhur membaca tanda-tanda alam di sekitar mereka.
Karena bertumpu pada penanggalan, pranata mangsa kerap diselaraskan dengan kalender umum yang dipakai sehari-hari. Untuk menautkan mangsa tertentu dengan tanggal Masehi maupun Jawa, manfaatkan Kalender Konversi. Petani yang hendak memulai garapan baru juga sering menimbang waktu yang dipandang baik. Pertimbangan tanggal semacam itu dapat ditelusuri melalui Hari Baik.
Mempelajari pranata mangsa menumbuhkan rasa hormat pada keseimbangan antara manusia dan alam. Pengetahuan ini tetap relevan untuk mengenali pola musim meski cuaca kini lebih sulit ditebak. Bagi yang ingin memahami filosofi dan sejarah di baliknya, bacaan mendalam tersedia di Artikel Primbon. Sebagai pelengkap perencanaan usaha tani, hitungan kelayakan dapat ditelaah lewat Petung Usaha dan Pindah Rumah.