PrimbonJawa

Petung Usaha & Pindah Rumah

Menilai kecocokan hari dengan rumus Sriโ€“Lungguhโ€“Gedhongโ€“Laraโ€“Pati (neptu pemilik + neptu hari).

Tanggal lahir pemilik

Isi jam lahir untuk akurasi pergantian hari pukul 18:00 WIB. Jika dikosongkan, dianggap siang hari (sebelum Maghrib).

Tanggal wafat orang tua (opsional โ€” hindari geblak)

Diisi bila orang tua telah wafat. Sistem akan menghitung weton hari wafat (geblak) dan menghindarinya.

Tentang Petung Usaha dan Pindah Rumah

Petung ini menghitung kelayakan langkah usaha maupun perpindahan rumah dengan rumus klasik Sri, Lungguh, Gedhong, Lara, dan Pati. Lima unsur tersebut mewakili gambaran rejeki, kedudukan, simpanan, halangan, dan akhir yang ditafsirkan dari sisa hitungan neptu. Hasilnya memberi rambu apakah suatu rencana dianggap selaras atau perlu kehati-hatian lebih. Sebagaimana hitungan primbon lain, tafsir ini berperan sebagai anjuran budaya, bukan ketentuan mutlak.

Agar perhitungan tepat, Anda perlu mengetahui neptu dari weton yang menjadi dasar hitungan terlebih dahulu. Tentukan nilai tersebut dengan mudah melalui Cek Weton sebelum memasukkan data. Setelah hasil petung diketahui, langkah lazim berikutnya adalah memilih waktu memulai yang dipandang baik. Untuk itu, padukan dengan pencarian tanggal pada Hari Baik agar awalannya terasa mantap.

Tradisi menghitung Sri-Lungguh-Gedhong-Lara-Pati mencerminkan kehati-hatian leluhur dalam menimbang keputusan besar. Banyak pelaku usaha kecil menjadikannya bahan renungan sebelum menetapkan lokasi atau waktu buka. Sebagai pelengkap, arah yang dipandang membawa rejeki dapat ditelaah melalui Arah dan Waktu Mujur. Untuk memahami filosofi di balik rumus ini secara lebih dalam, simak bacaannya di Artikel Primbon.